PANITIA PEMBANGUNAN (GMIT JEMAAT IMANUEL OESAO)

Gambar Tampak Depan Desain Gereja Imanuel Oesao

Laman

Jumat, 08 Juli 2016

Spesifikasi umum gedung yang akan dibangu antara lain :

1. Ukuran Bangunan meliputi : Lantai Dasar 800 M2 (20 X 40 M)
1. Ruang Konsistori
2. Ruang Ganti Pendeta
3. Ruang Peralatan
4. Ruang Kantor Gereja
5. Ruang Kategorial & Fungsional
6. 6  KM/WC
7.Area Parkir          
Lantai Satu 800 M2 (20 X 40 M)         
Seluruhnya digunakan untuk Ruang Kebaktian + Ruang operator  (Sound system, Audio visual dan electrical)2.  Kontruksi Bangunan meliputi :1.Pondasi : Footplate2.Koprofil WF
3.Dinding          : Bata Ringan
4.Kuda-kuda     : Baja profil WF
5.Gording          : Baja CNP  kombinasi Kolom beton dan rangka baja
6. Atap        : Metal (Multiroof / Galvalum/ Zincalum)
7. Lantai     : Granite
8. Kusen     :  Aluminium
3. Interior Gedung meliputi :1.Mimbar    : Mempertahankan disain lama
2.Stage  untuk tempat duduk Majelis Jemaat, Organis dan Song leader
3.Daya Tampung : 900 tempat duduk
4.Tempat duduk : Kayu jati (disain disesuikan) dengan kapasitas tiap unit 6 orang
5.Untuk kenyamanan, ruang kebaktian dilengkapi pendingin ruangan (AC)Dilengkapi 4 unit LCD (2 unit untuk depan kiri dan kanan; 2 unit samping kiri dan kanan)




SPESIFIKASI UMUM GEDUNG KEBAKTIAN JEMAAT IMANUEL OESAO YANG AKAN DIBANGUN

Selasa, 05 Juli 2016

DENAH GEDUNG GEREJA BARU JEMAAT IMANUEL OESAO

DENAH LANTAI DASAR
DENAH LANTAI SATU

RINCIAN ANGGARAN YANG DIBUTUHKAN DALAM PEMBNGUNAN GEDUNG GEREJA JEMAAT IMANUEL OESAO

PERENCANAAN ANGARAN PEMBANGUNAN

Persiapan                   Rp.      95.000.000,00
Pekerjaan Struktur     Rp. 1.771.585.000,00
Pekerjaan Arsitektur  Rp. 1.938.415.000,00
Interior                      Rp.    900.000.000,00      +
Total                         Rp. 4.705.000.000,00
TERBILANG : (Empat Milyar Tujuh Ratus Lima Juta Rupiah)

Minggu, 03 Juli 2016

Peneguhan Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Imanuel Oesao

Dalam proses pembangunan Gedung Gereja baru dana yang dibutuhkan berkisar 4,7 Miliar Rupiah, hal ini membuat panitia pembangunan harus bekerja ekstra cepat guna mendapatkan dana untuk proses pengerjaannya